Guru Teknik Mesin

blog ini berisi informasi untuk mahasiswa, guru, atau dosen dalam pembelajaran seputar Teknik Mesin

Tuesday, October 30, 2018

UKURAN/DIMENSI PADA GAMBAR TEKNIK

1. Prinsip Dasar Dimensi pada Gambar Teknik

Ukuran merupakan informasi besaran pada gambar yang secara umum diperlukan agar gambar suatu benda bisa diperkirakan besarnya. bagi proses produksi adalah menjadi acuan bagian mana yang harus dimachining dan diukur, sehingga ukuran yang dilengkapi dengan toleransi dan suaian harus dirancang dengan baik, karena akan menentukan sebuah produk dapat dirakit atau berfungsi dengan baik.

MATERI SEBELUMNYA ==> ARSIRAN DANGAMBAR POTONGAN 

    Prinsip urutan pemberian ukuran adalah :
  • Fungsi,
  • Manufaktur/ proses permesinannya,
  • Inspeksi/cara pengukurannya.
 Untuk memudahkan pemahaman tentang jenis ukuran, maka jenis ukuran dibagi dua, yaitu;

1.1 Ukuran Bentuk

Ukuran bentuk yaitu ukuran yang menunjukkan panjang dan lebar suatu obyek, termasuk di dalamnya ukuran diameter, radius, dan lain-lain. Contoh ukuran bentuk : Obyek kotak segi empat akan memiliki ukuran bentuk panjang dan lebar, lingkaran akan memiliki ukuran bentuk diameter atau radius, segitiga akan memiliki ukuran bentuk panjang dan tinggi atau panjang dan sudut, dan lain-lain.
Ukuran Bentuk

1.2 Ukuran Posisi

Ukuran posisi adalah ukuran yang menunjukkan jarak obyek tersebut dari suatu bidan referensi tertentu (datum). Untuk memberikan ukuran posisi perlu menentukan posisi datum terlebih dahulu. Datum adalah bidang referensi. Datum ini bisa berupa titik sudut, garis, ataupun bidang pada suatu benda. Penentuan datum ini didasarkan oleh hal-hal berikut ini :
  • fungsi dari benda
  • kemudahan pengerjaan
  • kemudahan perakitan
Ukuran Posisi

2. Komponen Dimensi

Hal penting yang lain dalam penunjukkan ukuran adalah penyederhanaan ukuran, artinya penunjukkan ukuran dibuat sedemikian rupa hingga tidak memakan banyak area gambar yang berarti membuat gambar menjadi lebih lapang dan mudah dibaca. Selain itu dengan efisiensi ukuran, gambar benda yang ditampilkan bisa lebih besar (skala), dan pembacaan akan lebih mudah. Penyederhanaan boleh dilakukan dengan tanpa mengurangi fungsi dari ukuran itu sendiri.
Di bawah ini adalah contoh bentuk-bentuk penyederhanaan ukuran yang distandardkan oleh ISO.

2.1 Komponen Dasar dalam Penandaan Ukuran.






Ø Garis ukuran
adalah garis tipis dengan anak panah pada ujungnya (kecuali pada kasus tertentu) yang tegak lurus terhadap garis bantu atau garis benda.
Ø Garis bantu
adalah garis tipis sebagai perpanjangan garis benda, berfungsi sebagai batas suatu ukuran.
Ø Angka Ukuran
adalah garis tipis sebagai besaran ukuran yang ditentukan.
Ø Penanda Awal dan Penanda Akhir
Merupakan tanda anak panah yang menunjukkan awalan dan akhiran pada suatu ukuran. Penanda awal mempunyai ketentuan dalam ukuran tanda panah.
Penanda Anak Panah
Perbandingan W:L adalah 1:3 dan besarnya harus proporsional terhadap gambar kerja, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besarKomponen.

2.2 Aturan-aturan dalam Pemberian Garis Ukuran.

Penempatan dan jarak antar garis ukuran;
  1. Umumnya diletakkan diluar garis benda, kecuali bila dengan cara meletakkan di dalam akan memperjelas.
  2. Tidak boleh saling berpotongan dan diusahakan tidak memotong garis bantu.
  3. Jarak antar garis ukuran tergantung dari besarnya gambar, umumnya lebih dari 5 mm supaya jelas terbaca dan berjarak seragam, serta dibuat bersusun dimulai dari ukuran yang terkecil.
  4. Ukuran harus cukup jelas untuk bisa dibaca dengan mudah
  5. Dicantumkan sekali pada salah satu pandangan yang dianggap paling informatif terhadap ukuran yang diberikan
  6. Setiap gambar harus menggunakan unit yang sama untuk semua dimensi, tetapi tanpa menunjukkan simbol satuan.  

3. Metode Pemberian Tanda pada Dimensi.

Ada dua metode dalam pemberian dimensi pada gambar teknik mesin, antara lain;

3.1 Sistem Lurus/Sejajar (Aligned System).

Ukuran dapat diletakkan secara sejajar dengan garis dimensi, lebih baik diletakkan di tengah dan di atas garis dimensi. Dimensi dimungkinkan ditulis sehingga dapat dibaca dari sisi atas maupun dari sisi kanan pada gambar.
Sistem Sejajar

3.2 Sistem Arah Tunggal (Uni-Directional System).

Dimensi ditandai seperti ini sehingga hanya dapat dibaca dari depan pada gambar. Garis horizontal tidak disela oleh angka dan angka diletakkan di tengan. Pemberian dimensi pada garis vertikal maupun bersudut maka garis tengah akan disela oleh angka dimensi.
Sistem Arah Tunggal

4. Jenis Ukuran Berdasarkan Fungsi.

Jenis Ukuran Berdasar Fungsi
    1. Ukuran fungsional:
Ukuran yang diperlukan agar bagian benda tersebut dapat berfungsi dengan baik, biasanya ukuran yang berhubungan dengan komponen lain.
    2. Ukuran bukan fungsional:
Ukuran yang secara tidak langsung mempengaruhi fungsi suatu bagian benda, ukuran ini tidak berhubungan dengan komponen lain.
    3. Ukuran pelengkap/tambahan:
        Ukuran yang diberikan sebagai informasi tambahan

No comments:

Post a Comment

YOUR COMMENTS