Guru Teknik Mesin

blog ini berisi informasi untuk mahasiswa, guru, atau dosen dalam pembelajaran seputar Teknik Mesin

Thursday, October 29, 2020

PROSES MEMBUAT CETAKAN LILIN PROFIL ANGKA DENGAN MESIN CNC MILLING

Lilin adalah adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat yang mudah terbakar. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat). Sekarang yang biasanya digunakan adalah paraffin.

cetakan lilin profil angka

Seiring berkembangnya zaman maka bentuk lilin semakin lama semakin berkembang mengikuti perkembangan pasar saat ini, mulai bentuk yang sangat sederhana sampai bentuk lilin yang sangat kompleks.

bentuk2 lilin

Dalam proses pembuatan lilin diperlukan cetakan yang digunakan untuk membentuk cairan lilin menjadi bentuk yang diinginkan, misal lilin profil angka maupun huruf.

Pada kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat cetakan lilin profil angka. Pada kasus yang saya alami, Secara garis besar produksi moulding/cetakan lilin dimulai dengan material (kondisional). karena disini pelanggan sudah membawa material sendiri, material yang digunakan dalam membuat moulding ini menggunakan material aluminium cor produksi pabrik pengecoran logam ceper klaten. saya sarankan kalau mau membuat moulding menggunakan aluminium cor press karena menghindari efek lubang2 rongga udara akibat udara terjebak saat proses pengecoran.  

bahan baku cetakan lilin (aluminium)

Setelah mengetahui ukuran material,langkah selanjutnya adalah memotong material sesuai dengan ukuran yang diinginkan, baik ukuran panjang,lebar dan tingginya. Menghaluskan sisi-sinya dapat dilakukan dengan mesin milling manual.

membuat design/gambar angka dilakukan dengan menggunakan bantuan computer atau dalam Bahasa modern, menggambar dengan bantuan komputer lebih dikenal dengan sebutan Computer Aided Design (CAD). System CAD mempunyai beberapa software mulai dari kelas lowend sampai highend, seperi autocad, mechanical desktop, solidwork, Autodesk inventor, catia, pro eng, mastercam dll.

Dalam pembuatan gambar molding lilin ini, proses membuat gambar dilakukan dengan menggunakan software mastercam. Mastercam adalah sebuah perangkat lunak komputer berbasis CAD/CAM yang sering digunakan oleh berbagai macam perusahaan manufaktur. Mastercam memiliki fasilitas-fasilitas computer grafis yang memungkinkan pengguna yang melakukan berbagai bentuk simulasi proses pemesinan sebelum diimplementasikan pada proses pemesinan yang sesungguhnya (berbasis computer numerical controlled (CNC based)).

CAM merupakan istilah yang digunakan dalam menjelaskan proses manufacturing yang dibantu dengan computer. Dalam mastercam juga dilengkapi dengan kemampuan desain yaitu menggambar objek 2 dan 3 dimensi. Pada program mastercam ada beberapa pilihan operasi pemesinan diantaranya adalah mill dan lathe.

sketch profil angka cetakan lilin

Setelah membuat gambar 2D pada program mastercam, langkah selanjutnya adalah mensimulasikan pemakanan pada proses pemesinan yang akan dilakukan (aktifitas ini seringkali disebut toolpath).  Sebelum dilakukan toolpath harus menentukan stock material dahulu, yaitu menentukan panjang lebar tinggi sesuai potongan bahan pada realitasnya.

Men-Toolpaths dengan menggunakan contour dan menentukan titik pusat program.

Tampilan Toolpath 2D pada Mastercam X5

Mensimulasikan toolpaths dan hasil simulasi tersebut merupakan gambaran hasil proses pemesinan

Simulasi Molding Profil 1 di Program MasterCam X5

Mengubah hasil toolpath menjadi bahasa pemrograman(NC)

PROSES PEMESINAN

1. Mempersiapkan Perlengkapan Pahat

Perlengkapan Pahat

a.    Memasang End Mill diameter 2, 8, dan 20 mm dalam arbor dengan ukuran collet masing-masing. Menempatkan peralatan tadi di meja kerja CNC yang telah disediakan.

b.    Pemasangan End Mill kedalam Arbor harus kuat untuk menghindari kecelakaan kerja.

2. Proses Pemesinan dengan CNC Milling

a.   Menghidupkan mesin CNC dan memposisikan mesin pada Machining Zero untuk mengetahui koordinat mesin.

b.    Mentransfer data dari flashdisk ke dalam memori mesin.

Transfer data NC dari Flasdisk

c.    Memasang Ragum di atas meja CNC kemudian mengecek kerataan cekam dengan menggunakan dial indikator.

mengecek kerataan permukaan cekam

d. Memasang benda kerja pada ragum dengan posisi seperti pada program Mastercam X5, kemudian meratakan permukaan benda kerja dengan End Mill θ 20 mm secara manual.

Menentukan Titik X 0, Y 0 pada Benda Kerja

e.    Menentukan titik X 0, Y 0 dan Z 0 pada benda kerja. Untuk Z 0 pada pahat satu dengan pahat yang lainnya berbeda.

f.     Mencari program yang dibuat kemudian melakukan proses machining.

g.    End mill dalam proses pengerjaan ini ada 2 jenis, setelah program pertama selesai selanjutnya kita melepas End Mill yang pertama (θ 8 mm) dan memasang End Mill yang kedua(θ 2 mm).

h.    Setelah selesai memasang End Mill yang kedua (θ 2 mm). selanjutnya proses pemesinan kedua mulai dioperasikan.

Hasil Proses Pemesinan Cetakan Lilin

i.      Melakukan proses yang sama pada pembuatan profil yang lain.

3. Hasil Proses Pemesinan

cetakan lilin bahan aluminium

PEMESANAN ==> Pemesanan berbagai molding dapat didiskusikan di nomor 085 290 292 393 wa only (bpk. zain)

Wednesday, October 28, 2020

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

A.    KESELAMATAN KERJA

            Keselamatan kerja adalah “keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan”(Suma’mur, 1989).

Tujuan Keselamatan Kerja

Tujuan utama dari keselamatan kerja, yaitu (Suma’mur, 1989):

        Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.

        Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja.

        Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.

B.     KESEHATAN KERJA

            Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam Ilmu Kesehatan/Kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, atu mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit/gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum (Suma’mur, 1967).

      Tujuan Kesehatan Kerja

      Tujuan utama dari kesehatan kerja adalah:

        Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-tingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau pekerja-pekerja bebas, dengan demikian dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja.

        Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya efisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam produksi.

C.    KECELAKAAN KERJA

Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi ketika berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja daan pulang ke rumah melalui jalan biasa atau wajar dilalui. Kecelakaan kerja merupakan resiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya.

            Penyebab kecelakaan kerja pada umumnya digolongkan menjadi dua, yakni:

q  Perilaku pekerja itu sendiri (faktor manusia), yang tidak memenuhi keselamatan, misalnya: karena kelengahan, kecerobohan, ngantuk, kelelahan, dan sebagainya. Menurut hasil penelitian yang ada, 85% dari kecelakaan yang terjadi disebabkan karena faktor manusia ini.

q  Kondisi-kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak aman atau “unsafety condition”, misalnya: lantai licin, pencahayaan kurang, silau, mesin yang terbuka, dan sebagainya.

D.    PERALATAN KESELAMATAN KERJA

a.       Sepatu Kerja

b.      Coveralls/Jacket

c.       Sarung Tangan Kerja

d.      Kacamata Pengaman

e.       Topi Keselamatan (Helm)

f.       Helm Pengelasan

g.      Alat Pemadam Kebakaran

h.      Tabir Pengelasan

i.        Pelindung Muka

j.        Penutup Telinga (Earplug)

k.      Peralatan Perlindungan Pernapasan

l.        Breathing Apparatus

m.    Alat Bantu Napas

Friday, October 23, 2020

ASSEMBLY DESIGN PADA CATIA

Workbench Assembly Design merupakan lembar kerja pada CATIA yang digunakan untuk merakit komponen-komponen yang telah dibuat pada part design. Ada beberapa tool yang dapat digunakan untuk merakit komponen/part, tool2 tersebut dikumpulkan pada kelompok toolbar constraint.

KUNJUNGI ==> KUMPULAN MATERI DAN TUTORIAL CATIA

Pengenalan Toolbar pada workbench Assembly Design

Pada kali ini kita akan membahas tool yang sering digunakan dalam proses perakitan part menggunakan workbench assembly design saja, tool2 tersebut antara lain;

Toolbar pada Assembly Design

Keterangan :

1.    Update

2.    Coincidence Constraint

3.    Contact Constraint

4.    Offset Constraint

5.    Angle Constraint

6.    Fix Component

7.    Manipulation

8.    Explode

9.    Stop manipulation on clash

10. Compass tool

1. Update 

=> digunakan untuk memperbaharui tampilan setelah melakukan perintah constraint. Perlu diperbaharui karena saat melakukan constraint komponen tidak serta merta berubah posisi seperti yang kita harapkan/ belum ada perubahan apapun, untuk itu diperlukan update agar posisi sesuai constraint yang diberikan. Update (CTRL+U) bersifat wajib setelah melakukan constraint.

2. Coincidence Constraint

=> digunakan untuk memposisikan 2 komponen ke dalam satu sumbu, komponen yang dapat dirakit menggunakan coincidence constraint adalah komponen silinder atau komponen yang mempunyai lubang lingkaran.

Coincidence Constraint






          

Langkah penggunaan coincidence contstraint;

Klik icon coincidence constraint è arahkan ke part silinder/lubang pertama, pastikan muncul sumbu seperti pada gambar diatas kemudian klik è kemudian klik sumbu di part silinder/lubang kedua è untuk mengetahui perubahan pada assembly klik tombol update (CTRL+U). 

3. Contact Constraint

=> digunakan untuk memposisikan 2 komponen untuk saling menempel permukaanya tanpa adanya jarak. Komponen yang dapat dilakukan contact adalah komponen yang mempunyai permukaan yang rata.

Contact Constraint


         

Langkah penggunaan contact contstraint;

Langkah Untuk menggabungkan dua komponen menggunakan contact constrain seperti diatas adalah, klik icon tool contact constraint è klik permukaan part pertama yang akan bersentuhan è kemudian klik permukaan pada part kedua yang akan bersentuhan è lakukan update untuk mengetahui perubahannya.

Untuk menggabungkan antar part kadang diperlukan dua kali contact constraint.

4. Offset Constraint

=> digunakan untuk memberikan jarak antara komponen satu dengan komponen yang lainnya. Perintah ini akan sama dengan contact constraint apabila angka yang dimasukkan = 0.

Offset Constraint

5. Angle Constraint

=> digunakan untuk mengatur posisi sudut sebuah komponen terhadap komponen yang lain.

Angle Constraint

6. Fix component

=> digunakan untuk mengatur komponen agar tidak bergerak. Tidak bergerak kemungkinan komponen tersebut menjadi dasar atau landasan ataupun memang komponen tersebut disetting tidak bisa bergerak. tanda sudah posisi fix akan terlihat tanda jangkar pada komponen tersebut.

Fix Component

7. Manipulation

=> digunakan untuk mengubah posisi dari sebuah komponen. Ada beberapa perubahan yang digunakan dalam perintah manipulation, antara lain; bergerak kearah 1 axis, bergerak kearah 2 axis, dan gerakan memutar atau rotasi. Apabila mencentang with respect to constraints pada kotak dialog maka hubungan gerakan akan sesuai dengan hubungan constraint pada assembly produknya.

Manipulation

8. Explode

=> digunakan untuk menampilkan gambar dengan komponen yang saling memisah atau terasa ada efek ledokan/explode. Komponen dapat terakit kembali apabila meng-klik tool update/CTRL+U.

Explode

9. Stop manipulation on clash

=> digunakan untuk mengetahui bagian mana yang terjadi benturan saat dilakukan manipulation. Ketika dua komponen bertabrakan saat dilakukan manipulation maka akan berhenti pada batas permukaan yang berbenturan.

Stop manipulation on clash

10. Compass tool

digunakan sebagai petunjuk posisi dan arah komponen menurut plane dan axis. Selain sebagai petunjuk arah, compass tool dapat digunakan untuk memindah dan memutar komponen yang akan dilakukan assembly.

Compass tool
MATERI SELANJUTNYA ==> WORKBENCH DRAFTING/DRAWING PADA CATIA (2D)