Guru Teknik Mesin

blog ini berisi informasi untuk mahasiswa, guru, atau dosen dalam pembelajaran seputar Teknik Mesin

Monday, July 06, 2020

BANTALAN GELINDING/ BALL BEARING; ELEMEN MESIN

Pengertian Bantalan Gelinding

Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerakan bolak baliknya dapat berlangsung secara halus, aman, dan panjang umur. Pada Bantalan gelinding terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti rol atau jarum.


Bantalan Gelinding

Berdasarkan sejarahnya bantalan gelinding berawal dari masyarakat terdulu yang membuat kayu dengan bentuk bulat yang digunakan sebagai pemindah barang dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga barang tersebut dapat terdorong dengan mudah tanpa harus mengeluarkan banyak energi. Prinsip inilah yang digunakan sampai skarang sebagai dasar dari konstruksi bantalan gelinding.

Bantalan gelinding memiliki beberapa komponen yang dimana bagian dari komponen itu mempunyai fungsi sebagai elemen yang berputar. Elemen yang berputar tersebut berada diantara bagian outer ring (race) dan inner ring (race) dengan perantara retainer dan pelindung ( shield). Dengan memutar salah satu baik outer atau inner ring maka akan terjadi gerakan menggelinding pada bola sehingga membuat terjadinya gesekan, gesekan pada bantalan gelinding lebih kecil bila dibandingkan dengan bantalan luncur.

Elemen Bantalan Gelinding

Keterangan  :

  • Elemen yang berputar (bola, silinder, tong, kerucut, jarum) selalu terpasang pada jarak yang telah ditentukan dan keberadaannya karna sangkar (Retainer).
  • Cincin dalam (inner ring) adalah elemen yang berputar dimana putarannya sesuai dengan putaran poros.
  • Cincin luar (outer ring) keberadaannya tetap akan tetapi ada kalanya berputar dimana saat bantalan gelinding terpasang pada konstruksi pemasangannya pada lubang.

Baca Juga : Pegas ; Elemen Mesin

Jenis Bantalan Berdasar Elemen Berputar

Berdasarkan pada tipe elemen berputarnya maka bantalan gelinding dibedakan menjadi :

  1. Bantalan bola (ball Bearing)
  2. Bantalan tong (Barrel bearing)
  3. Bantalan silinder (cylinder bearing)
  4. Bantalan kerucut (taper bearing)
  5. Bantalan jarum (needle bearing)


Jenis Bantalan Berdasar bentuk gelindingnya

Jenis Bantalan Berdasar Arah Beban terhadap Poros

Arah Beban Terhadap Poros

Radial Load

è Arah beban yang ditumpu oleh bantalan ini adalah tegak lurus terhadap sumbu poros.

Axial Load

è Arah beban yang ditumpu oleh bantalan ini adalah sejajar terhadap sumbu poros.

Radial dan Axial Load

è Pada bantalan ini arah beban yang dapat ditumpu adalah sjajar dan tegak lurus.

Penomoran Standard

Penomoran standard atau sering disebut pengkodean bantalan pada bantalan luncur umumnya terdiri dari 3 digit;


Digit I, merupakan petunjuk untuk jenis type

  • Angka 1, menunjukkan bantalan bola mapan sendiri baris ganda ( double row self aligning ball bearing )
  • Angka 2, menunjukkan tipe no 1, tetapi lebih lebar
  • Angka 3, menunjukkan bantalan bola kontak sudut baris ganda ( double row angular contact ball bearing  )
  • Angka 4, menunjukkan bantalan  bola alur dalam  baris ganda ( double row deep groove ball bearing )
  • Angka 6, menunjukkan bantalan  bola alur dalam  baris tunggal ( single row deep groove ball bearing )
  • Angka 7, menunjukkan bantalan bola kontak sudut baris tunggal ( single row angular contact ball bearing )
  • Angka 16, menunjukkan tipe 6, tetapi lebih sempit
  • Angka 22, menunjukkan bantalan gelinding tong  baris ganda ( double row spherical roller bearing )
  • Angka 30, menunjukkan bantalan gelinding kerucut ( taper roller bearing )
  • Angka 51, menunjukkan bantalan bola aksial (  ( thrust ball bearing )
  • Huruf N, menunjukkan bantalan gelinding silinder baris tunggal ( single row roller cylinder bearing )

Digit II, menunjukkan kode kelas atau seri beban

  • Angka 0, menunjukkan seri diameter ISO 0, beban sangat ringan ( extra light )
  • Angka 1, menunjukkan seri diameter ISO 1, beban aksial sangat ringan ( extra light thrust )
  • Angka 2, menunjukkan seri diameter ISO 2, beban ringan ( light )
  • Angka 3, menunjukkan seri  diameter ISO 3, beban menengah ( medium )
  • Angka 4, menunjukkan seri diameter ISO 4, beban berat ( heavy )

Digit III, menunjukkan kode ukuran lubang.

  • Kode 00, menunjukkan diameter lubang 10 mm
  • Kode 01, menunjukkan diameter lubang 12 mm
  • Kode 02,  menunjukkan diameter lubang 15 mm
  • Kode 03, menunjukkan  diameter lubang 17 mm
  • Kode 04, menunjukkan diameter lubang 20 mm
  • Kode lebih besar atau sama dengan 4, menunjukkan  diameter lubangnya 5 kali dari angka  tersebut dalam mm

Selanjutnya : Pemasangan dan Pelepasan Bantalan Gelinding / Mounting and Dismounting

No comments:

Post a Comment

YOUR COMMENTS