Guru Teknik Mesin

blog ini berisi informasi untuk mahasiswa, guru, atau dosen dalam pembelajaran seputar Teknik Mesin

Friday, October 23, 2020

ASSEMBLY DESIGN PADA CATIA

Workbench Assembly Design merupakan lembar kerja pada CATIA yang digunakan untuk merakit komponen-komponen yang telah dibuat pada part design. Ada beberapa tool yang dapat digunakan untuk merakit komponen/part, tool2 tersebut dikumpulkan pada kelompok toolbar constraint.

KUNJUNGI ==> KUMPULAN MATERI DAN TUTORIAL CATIA

Pengenalan Toolbar pada workbench Assembly Design

Pada kali ini kita akan membahas tool yang sering digunakan dalam proses perakitan part menggunakan workbench assembly design saja, tool2 tersebut antara lain;

Toolbar pada Assembly Design

Keterangan :

1.    Update

2.    Coincidence Constraint

3.    Contact Constraint

4.    Offset Constraint

5.    Angle Constraint

6.    Fix Component

7.    Manipulation

8.    Explode

9.    Stop manipulation on clash

10. Compass tool

1. Update 

=> digunakan untuk memperbaharui tampilan setelah melakukan perintah constraint. Perlu diperbaharui karena saat melakukan constraint komponen tidak serta merta berubah posisi seperti yang kita harapkan/ belum ada perubahan apapun, untuk itu diperlukan update agar posisi sesuai constraint yang diberikan. Update (CTRL+U) bersifat wajib setelah melakukan constraint.

2. Coincidence Constraint

=> digunakan untuk memposisikan 2 komponen ke dalam satu sumbu, komponen yang dapat dirakit menggunakan coincidence constraint adalah komponen silinder atau komponen yang mempunyai lubang lingkaran.

Coincidence Constraint






          

Langkah penggunaan coincidence contstraint;

Klik icon coincidence constraint è arahkan ke part silinder/lubang pertama, pastikan muncul sumbu seperti pada gambar diatas kemudian klik è kemudian klik sumbu di part silinder/lubang kedua è untuk mengetahui perubahan pada assembly klik tombol update (CTRL+U). 

3. Contact Constraint

=> digunakan untuk memposisikan 2 komponen untuk saling menempel permukaanya tanpa adanya jarak. Komponen yang dapat dilakukan contact adalah komponen yang mempunyai permukaan yang rata.

Contact Constraint


         

Langkah penggunaan contact contstraint;

Langkah Untuk menggabungkan dua komponen menggunakan contact constrain seperti diatas adalah, klik icon tool contact constraint è klik permukaan part pertama yang akan bersentuhan è kemudian klik permukaan pada part kedua yang akan bersentuhan è lakukan update untuk mengetahui perubahannya.

Untuk menggabungkan antar part kadang diperlukan dua kali contact constraint.

4. Offset Constraint

=> digunakan untuk memberikan jarak antara komponen satu dengan komponen yang lainnya. Perintah ini akan sama dengan contact constraint apabila angka yang dimasukkan = 0.

Offset Constraint

5. Angle Constraint

=> digunakan untuk mengatur posisi sudut sebuah komponen terhadap komponen yang lain.

Angle Constraint

6. Fix component

=> digunakan untuk mengatur komponen agar tidak bergerak. Tidak bergerak kemungkinan komponen tersebut menjadi dasar atau landasan ataupun memang komponen tersebut disetting tidak bisa bergerak. tanda sudah posisi fix akan terlihat tanda jangkar pada komponen tersebut.

Fix Component

7. Manipulation

=> digunakan untuk mengubah posisi dari sebuah komponen. Ada beberapa perubahan yang digunakan dalam perintah manipulation, antara lain; bergerak kearah 1 axis, bergerak kearah 2 axis, dan gerakan memutar atau rotasi. Apabila mencentang with respect to constraints pada kotak dialog maka hubungan gerakan akan sesuai dengan hubungan constraint pada assembly produknya.

Manipulation

8. Explode

=> digunakan untuk menampilkan gambar dengan komponen yang saling memisah atau terasa ada efek ledokan/explode. Komponen dapat terakit kembali apabila meng-klik tool update/CTRL+U.

Explode

9. Stop manipulation on clash

=> digunakan untuk mengetahui bagian mana yang terjadi benturan saat dilakukan manipulation. Ketika dua komponen bertabrakan saat dilakukan manipulation maka akan berhenti pada batas permukaan yang berbenturan.

Stop manipulation on clash

10. Compass tool

digunakan sebagai petunjuk posisi dan arah komponen menurut plane dan axis. Selain sebagai petunjuk arah, compass tool dapat digunakan untuk memindah dan memutar komponen yang akan dilakukan assembly.

Compass tool
MATERI SELANJUTNYA ==> WORKBENCH DRAFTING/DRAWING PADA CATIA (2D)

No comments:

Post a Comment

YOUR COMMENTS