Guru Teknik Mesin

blog ini berisi informasi untuk mahasiswa, guru, atau dosen dalam pembelajaran seputar Teknik Mesin

Friday, March 12, 2021

PENGUJIAN MATERIAL METODE JOMINY TEST (HEAT TREATMENT)

Pada kali ini kita akan membahas tentang salah satu metode perlakuan panas yang sering dilakukan pada praktikum Mata Kuliah Pengujian bahan atau material teknik, yaitu metode Quench Jominy Test.

A. TUJUAN

  1. dapat melakukan proses perlakuan panas .
  2. Dapat memahami pengaruh posisi atau laju pendinginan terhadap kekerasan.

B. DASAR TEORI

Pengetahuan tentang hardenability baja diperlukan guna memilih kombinasi baja yang tepat untuk membuat komponen dengan meminimalkan tekanan dan distorsi termal. Quench jominy adalah salah satu metode standar yang digunakan untuk membentuk kekerasan baja, yakni mengeraskan baja dengan metode quench jominy (pendinginan langsung di salah satu ujung dan membiarkan ujung satunya, lihat gambar). Uji Quench ujung Jominy digunakan untuk mengukur hardenability dengan dilakukan pengukuran hardenability baja mulai dari ujung pendinginan langsung sampai bagian yang tidak didinginkan secara langsung langsung.

Metode Uji Jominy

Hardenability adalah kemampuan baja mengubah sebagian atau seluruh bagian austenite menjadi martensit. kecepatan turunnya temperatur dari temperatur austenit ke temperatur kamar berpengaruh terhadap fasa yang akan terjadi. Semakin cepat akan semakin besar kemungkinan untuk menjadi martensit yang keras. Material yang tebal bila dicelupkan pada pendingin setelah austenisasi akan mempunyai kekerasan bervariasi dari kulit ke bagian tengahnya. Bagian kulit sangat cepat dingin, Tetapi semakin ke dalam semakin lamban.

Penambahan unsur-unsur tertentu seperti Vanadium, Molibdenum , Chrome dan lain sebagainya memperbesar kemungkinan pengerasan yang dalam pada material yang tebal.

Untuk mempermudah pengujian sebuah spesimen direncanakan untuk didinginkan satu arah untuk mensimulasi kondisi di atas.

Bentuk dan ukuran spesimen dengan menggunakan benda silinder dengan panjang 102 mm (4 inch) dan diameter 25,4 mm (1 Inch).

Bentuk dan Ukuran Spesimen Uji Jominy

Sampel baja dinormalisasikan dahulu guna menghilangkan tegangan sisa atau perbedaan struktur mikro akibat penempaan sebelumnya, dan kemudian dilakukan austenisasi. Austenisasi dilakukan pada suhu 800 hingga 900 °C. sampel uji kemudian dipindahkan ke alat uji yang sebelumnya sudah dipersiapkan, sampel uji dipegang secara vertical dan ujung bawah sampel disemprotkan aliran air. Proses ini adalah mendinginkan specimen uji dari satu ujung saja.

Alat Quench Jominy

Specimen kemudian di milling dengan kedalaman 0,38 mm, kemudian kekerasan diukur pada interval ujung yang didinginkan langsung. Interval biasanya dilakukan setiap 1,5 mm untuk baja paduan dan 0,75 mm untuk baja karbon.

Hasil pengukuran dan tingkat kekerasan akan tergantung pada jarak dari ujung yang didinginkan dengan air. semakin Dekat dari ujung pendingin akan menghasilkan kekerasan yang tinggi dan semakin jauh dari ujung pendinginan akan menghasilkan kekerasan yang rendah.

fasa-fasa tadi dapat diperkirakan dengan bantuan diagram CCT seperti contoh pada gambar dibawah ini :

Grafik Hardenability Jominy Test
Diagram CCT

C. LANGKAH PERCOBAAN

1.      ukur kekerasan bahan sebelum dikeraskan.

2.      Panaskan spesimen jominy dalam tungku sampai terjadi austenisasi.

3.      dinginkan pada peralatan Jominy.

4.      ratakan satu sisi dengan kikir/milling.

5.      ukur kekerasan tiap 1,5 mm mulai dari ujung pencelupan.

LANJUTAN MATERI >>> HEAT TREATMENT (HARDENING, QUENCHING, TEMPERING)

Daftar Pustaka

  • Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung

No comments:

Post a Comment

YOUR COMMENTS