Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ALAT UKUR; PENGUKURAN MENGGUNAKAN JANGKA SORONG / VERNIER CALIPER

Jangka Sorong/Vernier Caliper/Mistar Ingsut/Schuifmaat adalah jenis alat ukur yang mempunyai kecermatan pengukuran yang lebih baik dari mistar ukur, yaitu lebih kecil dari 0,5 mm. Jangka sorong dikatakan lebih cermat/teliti dikarenakan dilengkapi dengan skala nonius (mistar ukur nonius) dan ada pula yang dilengkapi dengan jam ukur (mistar ingsut jam).

Jangka sorong ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli berkebangsaan prancis yang bernama "Pierre Vernier". dengan demikian maka nama "Vernier" menjadi nama skala (Vernier Scale) dan nama mistar ukur ini, yaitu Vernier Caliper atau jangka sorong.

kecermatan pembacaan pada alat ukur jangka sorong ini tergantung pada skala noniusnya, yaitu 0,1 mm, 0,05 mm, atau 0,02 mm.

kelebihan dari penggunaan mistar ukur Jangka sorong ini adalah selain dapat mengukur dimensi panjang, alat ukur ini juga dapat mengukur dimensi dalam dan kedalaman benda.

Jangka Sorong ini mempunyai kapasitas ukur mulai dari 100 mm sampai dengan 1000 mm, tetapi pada umumnya yang digunakan untuk praktek sebagian besar memiliki kapasitas 150 mm.

A. BAGIAN-BAGIAN JANGKA SORONG

Bagian-bagian Jangka Sorong

Rahang Dalam, Rahang dalam adalah bagian dari jangka sorong yang berfungsi untuk mengukur sisi bagian luar benda kerja. Rahang dalam terdiri atas rahang geser serta rahang tetap.

Rahang Luar, Rahang luar adalah bagian dari jangka sorong yang berfungsi untuk mengukur sisi bagian dalam benda kerja. Rahang luar ini terdiri atas rahang geser serta  rahang tetap.

Depth Probe, Depth probe adalah bagian dari jangka sorong yang berfungsi untuk mengukur kedalaman benda.

Tombol Pengunci /Clamp Screw, Digunakan untuk menahan bagian - bagian yang bergerak ketika pengukuran seperti rahang atau Depth probe.

Skala Utama / Main Scale, Skala utama adalah skala yang terletak pada rahang tetap yang berupa skala dalam cm dan mm

Skala Nonius / Vernier Scale, Skala nonius adalah skala yang terletak pada rahang geser yang terdapat 10 skala yang panjangnya 9 mm

B. PENGUKURAN MENGGUNAKAN JANGKA SORONG

Contoh penggunaan jangka sorong

Keterangan ;

    A. Mengukur ketebalan, jarak luar atau diameter.

    B. Mengukur jarak celah atau diameter dalam.

    C. Mengukur tingkat.

    D. Mengukur kedalaman

     Cara Mengukur ketebalan, jarak luar atau diameter.

  1. Mengendorkan tombol pengunci kemudian menggeser rahang sorong bawah dengan menggeserkannya ke kanan dengan tangan kanan. Celah antar jaw harus lebih besar dari benda kerja yang akan diukur
  2. Meletakkan benda kerja dengan tepat diantara jaw
  3. Menggeser rahang sorong bawah sampai menjepit benda kerja dengan tidak menekan terlalu kuat.
  4. Mengunci rahang sorong bawah dengan tombol pengunci
  5. Melakukan pembacaan dengan melihat skala utama dan skala nonius
Posisi mata saat pembacaan skala, dan posisi rahang saat pengukuran yang benar

    Cara Mengukur jarak celah atau diameter dalam.

  1. Mengendorkan tombol pengunci kemudian menggeser rahang sorong bawah dengan menggeserkannya ke kanan dengan tangan kanan. Celah antar rahang luar (rahang atas) harus lebih kecil dari diameter dalam pipa yang akan diukur
  2. Meletakkan rahang luar jangka sorong di antara diameter dalam.
  3. Menggeser ke kanan rahang atas geser sampai menekan benda kerja dengan tidak menekan terlalu kuat.
  4. Mengunci rahang sorong bawah dengan tombol pengunci
  5. Melakukan pembacaan dengan melihat skala utama dan skala nonius

    Cara Mengukur Kedalaman

  1. Mengendorkan tombol pengunci. Kemudian menempatkan benda yang akan diukur kedalamannya pada tangkai ukur.
  2. menarik rahang geser hingga depth probe menyentuh permukaan dalam (dasar lubang).Usahakan benda yang diukur kedalamannya dalam keadaan statis (tidak Bergeser)
  3. Mengunci rahang sorong bawah dengan tombol pengunci
  4. Melakukan pembacaan dengan melihat skala utama dan skala nonius

C. CARA PEMBACAAN UKURAN 


A.  Skala utama    =  2,10 cm

      Skala nonius   =  0,09 cm

      Hasil                 =  2,19 cm


B.   Skala utama   =  3,40 cm

      Skala nonius   = 0,00 cm

      Hasil                 = 3,40 cm


C.   Skala utama    =  2,70 cm

       Skala nonius   = 0,05 cm

       Hasil                 = 2,75 cm

D. KALIBRASI JANGKA SORONG

Langkah melakukan kalibrasi alat ukur jangka sorong,

Kalibrasi Jangka Sorong

  1. Memposisikan jangka sorong seperti gambar diatas.
  2. Mengamati penunjukan skala utama dan skala nonius, semua harus pada posisi nol.
  3. Mengamati celah antara jaw dan beaks harus benar-benar rapat dan tidak ada celah sedikitpun.
  4. Memastikan bar  masuk dan rata dengan skala utama.
  5. Jika salah satu syarat diatas tidak dipenuhi berarti caliper tersebut sudah tidak akurat.

E. KESELAMATAN KERJA

  • Meletakkan jangka sorong di tempat yang rata
  • Menjauhkan dari beram hasil dari pengerjaan pemesinan
  • Tidak ditumpuk dengan benda lain
  • Meletakan di sebelah kanan benda kerjaTidak meletakkan alat ukur di tepi meja
  • Tidak mengukur benda kerja yang bergerak/berputar
  • Pandangan mata saat pembacaan pengukuran sejajar terhadap alat ukur

Posting Komentar untuk "ALAT UKUR; PENGUKURAN MENGGUNAKAN JANGKA SORONG / VERNIER CALIPER "